Morning Apple

“Tak kenal maka tak sayang.”
Sederet kata di atas seringkali saya dengar sebagai peribahasa kuno. Dan peribahasa itu juga seringkali kita lupakan. Kita -termasuk saya- mungkin lebih suka menebak - nebak seseorang dan selanjutnya menghakimi begitu saja. Haah.. that’s life.

Lalu saya teringat sesuatu yang mungkin bisa disamakan dengan peribahasa di atas. Morning Apple. Atau apel pagi. Lakukan ini. Saat kita bangun tidur di pagi hari. Belum ada makanan atau minuman yang masuk, belum mandi atau sikat gigi dan masih bermanja-manja dengan tempat tidur. Really fresh from the bed. Kemudian ambil apel, gigit dan kunyahlah. Apa yang kita rasakan?

Manis? Asam? Sepat? Atau nano-nano? Dan bagaimana reaksi kita? Ada yang biasa saja. Ada yang sampai merem melek menahan asam dan ada pula yang ngilu.

Itu gigitan pertama. Coba makan apel itu lagi. Akan ada perasaan was-was akan rasa asam si apel tadi. Namun bila kalian berani coba makan lagi, mungkin kalian akan tersenyum. Rasa asam, sepat dll seakan sirna. Apalagi apel itu terus kita gigit sampai potongan terakhir. Kalian bisa menikmati manisnya morning apple itu.

Saat mengunyah gigitan pertama apel di pagi hari sama seperti kita bertemu orang baru dan kemudian shock dengan kesan pertama. Misal; jutek, sombong, pelit, malas atau cuek.

Kemudian bila kalian berusaha untuk mengenal lebih dekat seseorang tersebut, mungkin dugaan kita pada orang tersebut bisa saja salah. Sama seperti manisnya apel setelah gigitan pertama di pagi hari.

0 comments:

Post a Comment

Thanks for comments, I will reply soon!