Just A Little Story

Ini kisah seseorang teman. Vin namanya. He just a boy who has two life. Uncommon life and real life.

Dalam real life nya Vin adalah seorang mahasiswa salah satu Universitas swasta terbaik di Jakarta. Dia bukan siapa siapa. Bukan yang terkenal, atau pintar dan tampan. He just himself. Tidak memiliki banyak teman. Hanya beberapa saja. Dan itu sudah cukup baginya. “Tidak ada yang menarik.” Itu menurutnya. Ia hanya menjalankan hidup nya dengan normal.

Ia lebih suka hidup di ‘dunianya’ yang lain. Satu ketika ia berkenalan dengan seseorang. Teman baru mungkin. El namanya. Berkenalan melalui ‘forum khusus’ yang mebahagiakan menurut mereka. Dan sejak hari perkenalan itu, the uncommon life seorang Vin dimulai.

Hari terus berlalu. Vin dan El semakin dekat. Merka pun memutuskan untuk kopi darat. Tempat yang mereka pilih, toko buku ternama dibilangan Taman Anggrek. Lucunya saat kopi darat, mereka main kucing-kucingan. Sudah menemukan apa yang masing-masing cari, namun malah masih pura-pura mencari. Gugup mungkin?

“Dor!” El akhirnya jengah, dan memilih menyapa lebih dahulu. Menepuk bahu Vin dari belakang. “Katanya udah turun kebawah, kok masih disini?” lanjutnya menyapa. Vin pun tersenyum. Dia jauh lebih tampan dari fotonya, batin Vin.

Vin merasa hidupnya sempurna saat itu. Ia bahkan merasa tidak butuh hidup di real life nya. Ia memiliki El, itu sudah cukup.

Kenangan-kenangan manis mulai terukir di setiap hari-hari Vin. Jalan-jalan, menginap bersama, menghabiskan bekal makan bersama, menonton variety show favorit bersama, memiliki grup kesukaan yang sama, merayakan 21 y.o bersama, dan lainnya. Semuanya indah, kata Vin.

Yang sangat Vin tahu, bahwa El memiliki suara yang merdu. Dan ia menyukai saat El bernyanyi sebuah lagu untuknya, “It has to be you.”

Mereka memang terikat dalam satu hubungan. Hubungan yang sedikit tabu memang. But it sure fot them. Namun, seiring berjalannya waktu, masalah mulai muncul. Ada ‘orang baru’ hadir di hidup El.

El mulai menjauh, bahkan disaat hal terindah belum sedikitpun usai. Sampai akhirnya El benar-benar ingin pergi dari Vin.

Vin berusaha tegar dan kuat. But, he has no other. Sudah cukup ia diacuhkan di real life nya, jangan sampai takdir cintanya pun ikut dipermainkan.

Ini adalah beberapa ungkapan kesedihannya. A diary of a man who doesn’t have anyone to share his life.
Sejak saat itu, Vin juga seolah ditelan bumi. Saya pun tidak tahu kemana perginya Vin. Apa ia memutuskan untuk menghilang atau menyendiri, saya pun tak tahu. Ini pasti sangat berat untuknya. Vin teramat sangat merindukan El. I really know it.

Di pusat hiburan di Jakarta, dengan tidak direncanakan, saya melihat seseorang. Dia sangat menarik perhatian saya. Sangat. Yang dicari Vin selama ini. El.

Saya tidak tahu apakah ini takdir atau bagaimana. Selama ini saya hanya mendengar ceritanya atau melihat ia dari sekilas foto. Lalu mengapa saya diijinkan untuk melihatnya langsung? Dunia memang sempit.

Saya memutuskan untuk berpura-pura tidak mengenalnya, dan memulai perkenalan dari awal dengannya.

Saat saya melihat El, hanya satu. Dia lebih tampan dari fotonya, batin saya.

0 comments:

Post a Comment

Thanks for comments, I will reply soon!