Media Sosial






Depresi atau merasa kesepian. Padahal memiliki hampir 500 teman diseluruh dunia atau bahkan lebih. Pernahkah anda merasakan itu? Lihatlah video di atas, mungkin mampu 'menyentil' kita.


Tak akan ada habisnya bila kita membicarakan seputar media sosial. Benarkah media sosial mendekatkan antara kita yang jauh? Ya! itu benar, saya pun merasakan.


Tapi bagaimana lingkungan terdekat kita? Apakah membuat kita semakin dekat? Saya pikir saya ragu.


Kini '1 Like' sangat berarti dibanding bertegur sapa secara langsung. Sebuah comment lebih menarik dibanding mengobrol ringan bersama teman. Tagline dan Tweet lebih membahagiakan dibanding ucapan selamat ulang tahun dan pelukan hangat.


Inikah yang dinamakan sosialisasi?


Mengelilingi dunia, memvisualisasikannya lewat sebuah foto diri. Berkilah untuk sharing kepada dunia, namun sebenarnya tak lebih dari sekedar unjuk eksistensi. Begitukah cara menikmati keindahan alam? Lalu apa gunanya teman sebanyak hampir 500 di jejaring sosial? Tidakkah salah satu dari mereka bersedia dengan senang hati menemanimu, mengisi, berbagi dan mendengar cerita suka dukamu?


Jangan batasi diri. Ini adalah hidup. Dan semua orang tau hanya satu kali. Rasakanlah kejutan tiap kejutan yang Tuhan hadirkan di setiap langkah perjalanan kita.


Lihatlah kenyataan bahwa hidup kita 500 mil lebih lebar dari yang kita bayangkan, dari yang kita bisa jelajahi. Lalu kenapa kita persempit menjadi hanya beberapa inch dalam sebuah benda yang kita sebut teknologi?


So, shut down your display, let see the real life and be happier in a real not virtual.


0 comments:

Post a Comment

Thanks for comments, I will reply soon!