Health Is Wealth

Kesehatan adalah harta yang paling berharga. Saya harus 1000% setuju dengan kalimat itu.


Hampir dua minggu saya terbaring lemah dirumah. Harus melakukan serangkaian ritual kesehatan seperti cek darah sampai rontgen. Saat datang rasa sakit itu, benar-benar tidak ada petunjuk disana.


Tiba-tiba saja terjadi. Saya drop. Sangat lemah. Bahkan hanya untuk sekedar berfikir. Everything is blank.


Perut mual, kepala pusing rasanya berkunang kunang, demam tinggi dan yang paling menyiksa adalah sulit bernapas. Rasanya terlalu sesak. Konyolnya, saya berniat membuka jendela kamar sebelum ibu saya mengingatkan bahwa saat itu pukul 02.00 dini hari.


Semua baju yang saya pakai terasa sesak. Rumah terasa kedap udara. Infeksi saluran pernapasan sudah sangat akut.


Tapi bukan itu masalah utamanya. Semua penyakit, pasti terasa sangat menyiksa. That's why nobody want it!


Ini soal prioritas yang disusun sedemikian apiknya. Yang  harus terbengkalai begitu saja. Segala sesuatu berjalan sangat tidak maksimal. Belum lagi merepotkan sana sini. Biaya pun mulai terbuang sia-sia.


Dan itu membuat saya sangat menyesal. Ada yang salah dengan saya selama ini. Sakit ini adalah 'sinyal' yang tubuh saya berikan untuk membuat sebuah perubahan pola. Pola hidup yang lebih sehat mungkin.



0 comments:

Post a Comment

Thanks for comments, I will reply soon!