Koneksi

Koneksi. Di era pesatnya komunikasi dan teknologi serta persaingan di segala bidang yang ketat, itu sangat dibutuhkan. Dari mulai untuk mencari pekerjaan sampai memperlancar urusan bisnis. Namun, tidak semua orang bisa menjalin dan menjaring koneksi dengan baik.

Sebenarnya saya pun juga bukan termasuk orang yang dapat berkoneksi dengan sesama dengan baik. Tapi saya selalu berusaha untuk mempelajari itu. Karena saya tau, dan harus saya akui bahwa koneksi itu penting.

Koneksi disini banyak macamnya. Bisa jadi rekan kerja, bisnis atau hanya sekedar teman, with benefit for sure, haha just kidding the last. Disini saya mendefinisikan koneksi sebagai teman, untuk mempermudah penyampaiannya.

Saya mempelajari bahwa kita harus memiliki rasa keterarikan. Ketertarikan dalam diri orang lain. Antusias akan orang lain. Apa yang dia suka, apa yang akan dia lakukan, apa yang membuatnya senang, apa yang bisa kita pelajari dari kehidupannya. Something like that. Rasa seperti itu tidak semua orang dapat miliki. Tapi kita harus. Karena dari situlah pertemanan dimulai. 


Selanjutnya untuk me-manage, kita juga harus dapat membedakan antara sogokan dan hadiah. Diberikan sebelumnya itu sebuah sogokan, diberikan kemudian itu adalah hadiah.

Kemudian jangan menciptakan sebuah permusuhan, hindarilah sebisa mungkin.

Jangan menggunakan koneksi untuk menjual barang. Because when it comes to business, don’t do business with friends. Karena cepat atau lambat pasti akan menimbulkan masalah. Because money is sensitive.

Berkaitan dengan bisnis dan teman, kadang apabila kita membeli produk/jasa yang notabene adalah bisnis teman kita sendiri, kita justru meminta banyak diskon just because we’re friends. When it comes to friends, kenapa tidak kita memberikan keuntungan yang lebih? Membantu mempromosikan mungkin? Atau membeli beberapa pieces sekaligus. Apapun itu, untuk kelancaran bisnis teman kenapa tidak?

Tapi kalau untuk teman yang entah datang darimana secara tiba – tiba, mengajak bertemu, sangat perhatian, and being very sweet just because want to sell their products to enrich themselves. Sorry not sorry, they are not a friend. So when it comes to friendship, jangan mencampurkannya dengan bisnis. Entah kenapa tulisan ini jadi ngawur kemana – mana. Haha. Tetapi itulah yang saya alami. Kadang, saya sendiri pun bingung untuk menghadapi ‘koneksi’ yang sepeti itu. Ingin menendangnya jauh, but it’s not a great attitude. So, what about you guys?

0 comments:

Post a Comment

Thanks for comments, I will reply soon!