Relationship Goals

Sebagian perempuan di dunia ini pasti punya relationship goals-nya masing – masing. Biasanya mereka akan punya role model-nya sendiri. Misalnya “I want a relationship like Beckham & Victoria” atau “Love Kanye West & Kim Kardashian” atau mungkin juga role model dari Indonesia “Raffi Ahmad & Nagita!!” “Glenn Alinskie & Chelsea Olivia!” All of you have your own way. 

Ramai di media sosial yang mengunggah momen bahagia masing – masing dengan pasangannya. Really cute, sweet, romantic and hot in the same time. Membuat sebagian perempuan di Indonesia berdecak iri dan semakin sangat mengimpikan “Their relationship goals comes true”. Yap mengimpikan. Mengimpikannya saja. Mimpi. Sampai akhirnya kita terbangun dan mimpi itu berakhir. And welcome back the cruel world! hahaha....

Good women are for good men – QS AN-NUR 26

Dari firman Tuhan diatas sudah menjawab semuanya. Kalau mau sesuatu ya kejar. Bukan diimpikan. Not make a comment “OMFG… THAT’S MY RELATIONSHIP GOALS!!”, “Pengeeen kaya gitu, iri deh sama kalian, huhuhu…” on people’s instagram. Apalagi menjadi brutal dengan jadi haters di sosial media orang tersebut. It’s really makes you sad people. Please baby, your comment isn’t make your prince comes. 

Seorang Beckham dengan segudang kelebihan, mengapa begitu setia kepada Victoria? Padahal kalau saja mau, Beckham bisa berganti – ganti wanita disetiap minggunya. Banyak sekali wanita yang antri tanpa dibayar untuk berkencan dengan Beckham. Dari model, selebriti sampai sosialita.

Kemudian pertanyaan tertuju pada Victoria. Apa yang Victoria miliki sampai Beckham hanya melihatnya saja? Isn’t she good?


Selain memang mereka sudah ditakdirkan bersama, mereka pun punya high quality masing – masing. Sehingga wajar kalau Beckham memilih Victoria dan Victoria mendambakan Beckham. Mereka pantas mendapatkan itu.
 
Nah membicarakan tentang relationship goals saya pun juga memiliki role model sendiri.
 
Sebuah hubungan yang tidak setiap hari harmonis, ada pertengkaran, ada perdebatan. Tidak setiap hari romantis dan melakukan hal – hal yang manis, ada sedikit bentakan, konfrontasi dan aksi saling diam. Tidak selalu menerima atau memberi, tapi saling melengkapi. Tidak selalu mesti benar, tapi saling membenarkan. Tidak terlihat serasi, tapi kuat tidak goyah. Tidak mengumbar cintanya, tapi saling merasakan. Tidak selalu ingin didengar, tapi saling mendengarkan. Tidak menuntut, tapi saling menutupi. The relationship that may be short on money, but never short on love. Because love isn’t a business moreover people’s business. And the relationship is that my parents live for a life.

0 comments:

Post a Comment

Thanks for comments, I will reply soon!