Good Lesson

Singkat cerita, dari saya kecil saya sudah diarahkan oleh orang tua saya untuk belajar agama lebih dalam. Dulu, sepulang sekolah TK, saya melanjutkan ke sekolah TPA (Tempat Pendidikan Agama) kemudian, saat sore saya juga mengikuti pengajian Al-Quran. I did everyday while my parents very busy in work, bzz.

Sampai akhirnya saya ‘dititipkan’ oleh orang tua saya untuk mendalami agama lebih lanjut. Untuk belajar mengkaji kitab-kitab gundul. Seingat saya itu dimulai sejak umur saya memasuki belasan. Saya bahkan tidak mengerti apa guna dan maksud kitab-kitab itu, mungkin karena masih terlalu kecil. Tapi sekarang, saya sangat bersyukur atas keputusan orang tua saya saat itu. Manfaat nya sangat sangat besar. Big thanks from the bottom of my heart for my beloved teachers, Mrs. Hj. Maryati and her husband Mr. H. Abdul Ghani. Benar benar tidak terasa 10 tahun lebih beliau mengajarkan banyak hal tentang agama kepada saya.

Banyak kitab yang sudah beliau ajarkan kepada saya, mulai dari kitab Safinatun Najah, Irsyadul Anam, Tanbihul Ghafilin dan yang sekarang masih berlanjut adalah kitab Al-Yawaqit Wal Jawahir karangan Al-Imam Al-Allamah Asy-Syeikh Abdul Wahab Asy-Sya’rani Ash-Shufi dan diterjemahkan oleh Al-Alim Asy-Syeikh Muhammad Ali Ibn Abdur Rasyid. Kitab ini berusia 192 tahun.
 

Kalau tidak salah, baru 2 tahun lebih saya belajar ini, and we just finished reviewing some chapters only. It sounds very old. Hahaha. Mungkin tahun depan, kitab ini bisa khatam. Amin.

When a lesson yesterday, there’s an interesting on that kitab.

“Inilah makna perkataan Saydina Abi Al-Ash Al-Marosi Rohimallahuanhu Ta’ala bermula segala kelakuan hamba Allah itu empat perkara jua. Tiada yang lain baginya. Pertama nikmat. Kedua bala. Ketiga taat. Dan keempat maksiat. Maka jika ada engkau dapat nikmat maka yang dituntut oleh hak Allah Ta’ala daripada engkau itu syukur. Dan jika ada engkau mendapat bala maka yang dituntut oleh hak Allah Ta’ala daripada engkau itu sabar. Dan jika ada engkau dengan berbuat taat maka yang dituntut oleh hak Allah Ta’ala daripada engkau itu memandang akan taat itu yaitu anugrah Allah Ta’ala atasmu. Dan jika ada engkau itu dengan berbuat maksiat maka yang dituntut oleh hak Allah Ta’ala daripada engkau itu taubat kepadanya daripada segala maksiat itu. “

(Al-Yawaqit Wal Jawahir : Hal 36)

0 comments:

Post a Comment

Thanks for comments, I will reply soon!